Faktor Legal Property | Dwi Risanti Online marketing Property

Faktor Legal Property

July 31st, 2010 0 Comments
  • Sharebar

grey Faktor Legal Property

Surat-surat dalam property:

SPJB-surat perjanjian jual-beli, biasanya surat ini kita dapatkan jika kita membeili rumah/tanah/ruko di developer. surat ini berisi perjanjian dibawah tangan antara pihak developer dan kita sebagai pembeli. munculnya surat ini karena property yang kita beli masih dalam tahap angsuran ke pihak developer, bisa juga karena sertifikat tanah masih dalam proses pemecahan oleh pihak developer.

Aman dan legal untuk kedua belah pihak. tapi perlu diingat bahwa surat tanah/rumah/ruko masih atas nama DEVELOPER. jadi jika saat ini anda sudah melunasi semua cicilan di developer ada baiknya segera mengurus balik nama ke developer. karena SPJB ini tidak bisa anda gunakan sebagai jaminan di bank untuk pinjaman anda mengingat sertifikatnya bukan atas nama anda tapi developer.

HGB
setiap anda membeli properti di developer surat yang muncul pertama kali adalah HGB tapi ada beberapa developer yang memberikan bonus GRATIS biaya pengurusan SHM.

dari SPJB anda urus balik nama lalu menjadi HGB dan bisa sekali jalan anda minta untuk ditingkatkan menjadi SHM

HGB adalah sertifikat HAK GUNA BANGUNAN yang memiliki masa waktu tertentu biasanya 20 atau 30 tahun dan sesudah masa itu anda harus perpanjang lagi (seperti STNK atau BPKB Mobil). perpanjangan biasanya bisa diabantu jasa notaris

SHM
Sangat disarankan untuk segera dimiliki oleh anda baik pemilik maupun investor. SHM tidak ada batas waktu. Menjadi HAK MILIK anda dan ahli waris anda selamanya.

Petok D/ KAS desa
surat dari kelurahan yang menunjukkan batas batas suatu tanah dan kepemilikannya. butuh proses yang panjang untuk menjadi sebuah sertifikat HGB. biasanya memerlukan persetujuan kepala desa/kelurahan. sangat tidak disarankan ber-investasi pada property dengan sertifikat ini.kecuali anda adalah EXPERIENCE INVESTOR DAN DEVELOPER, mengingat harga property dengan petok D/Kas desa biasanya dijual murah oleh owner.

HAK PAKAI/HPL (hak pengelolaan)
Sertifikat Hak pakai hampir sama definisinya dengan surat KMS, hanya saja pemiliknya biasanya PELABUHAN, AIRPORT, Atau PERUMNAS. seperti di rumah-rumah di sekitar pelabuhan dan airport biasanya surat nya adalah HPL.
kalaupun HGB biasanya HGB diatas tanah HPL. TIDAK DISARANKAN JUGA UNTUK INVESTASI

Sign up free email newsletter

Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates, Enter your Email here:

Don't forget to confirm your email subcription

Leave a Reply to this Post